Sunday, October 18, 2015

Kondisi Pendidikan di Indonesia


Unsur terbentuknya suatu negara terdiri dari dua bagian, yaitu unsur pokok (konstitutif) dan unsur deklaratif. Unsur pokok adalah unsur yang paling penting, karena merupakan syarat wajib yang harus dimiliki oleh calon negara. Unsur mutlak terdiri dari rakyat, wilayah dan pemerintah yang berdaulat. Sedangkan unsur deklaratif adalah unsur tambahan dalam berdirinya sebuah negara, seperti pengakuan tentang keberadaan sebuah negara oleh negara lain agar bisa terjalin kerja sama diplomatis dari kedua negara tersebut. Unsur-unsur konstitutif ataupun deklaratif harus mampu bersinergi dalam mewujudkan visi dan misi dari sebuah negara.


Salah satu unsur yang penting dalam berdirinya negara adalah rakyat. Rakyat yang ada harus memiliki kecerdasan serta karakter bangsa yang beradab. Dalam mewujudkan hal itu diperlukan pendidikan yang layak untuk rakyatnya, terutama di Indonesia.  Sesuai dengan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang menyatakan bahwa pembentukan pemerintahan negara Indonesia adalah dalam rangka “... melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa ...” oleh karena itu, pendidikan menjadi hal yang penting dan merupakan salah satu tolak ukur keberhasilan negara dalam menjalani pemerintahannya.


Keadaan pendidikan di Indonesia untuk saat ini sangat memprihatinkan. Berdasarkan laporan tahunan UNESCO Education For All Global Monitoring Report 2012 kualitas pendidikan Indonesia berada di peringkat ke-64 dari 120 negara di seluruh dunia. Sedangkan berdasarkan Indeks Perkembangan Pendidikan (Education Development Index, EDI), Indonesia berada pada peringkat ke-69 dari 127 negara pada 2011. Fakta-fakta lainnya adalah laporan Departeman Pendidikan & Kebudayaan, setiap menitnya ada empat anak yang putus sekolah. Hal ini dikarenakan biaya pendidikan di Indonesia yang sangat tinggi. Mulai dari biaya uang masuk sekolah, biaya bulanan, pembelian buku paket, alat tulis, tas, sepatu serta kebutuhan-kebutuhan lainnya dalam pendidikan. Untuk rakyat yang memiliki tingkat perekonomian yang rendah akan merasa terbebani dengan biaya pendidikan.

Menurut data Kemendiknas 2010, 54% guru memiliki standar kualifikasi yang masih kurang dan perlu untuk di tingkatkan. Guru menjadi faktor yang berpengaruh dalam dunia pendidikan dan memiliki fungsi sebagai pengajar, mediator, motivator, akselerator, dan fasilitator. Banyak cara yang dapat digunakan oleh seorang guru ketika sedang menjalankan aktivitas belajar mengajar. Misalnya dalam menerangkan pelajaran tidak hanya menjelaskan panjang lebar, tetapi memancing para siswa untuk bertanya jika ada yang tidak dimengerti. Sesi tanya jawab menjadi cara pembejaran yang efektif karena siswa tidak hanya diam mendengarkan tetapi juga berperan aktif dalam kegiatan belajar. Selain itu guru bisa menggunakan metode pertanyaan terbuka, yaitu merupakan metode ujian dengan memberikan soal, tetapi mahasiswa boleh menjawab soal tersebut dengan membaca buku, sehingga tidak dituntut dalam menghafal isi buku untuk menjawab pertanyaan atau soal-soal yang diberikan. Metode ini sudah diterapkan oleh negara Finlandia dan merupakan salah satu ciri dari negara tersebut. Hasilnya Finlandia merupakan negara yang paling tinggi kualitas pendidikannya. Seorang guru juga perlu tegas dalam memberantas kegiatan contek-menyontek atau copy-paste dalam mengerjakan tugas. Bisa memberikan sanksi-sanksi tegas jika ada siswa yang melakukan contek-menyontek misalnya dikurangi nilainya atau di keluarkan dari sekolah, hal ini akan memberikan motivasi untuk siswa mengerjakan soal dengan mandiri dan tetap percaya pada hasil jawabannya sendiri. Untuk mencegah copy-paste bisa menggunakan software plagiarism yang sekarang sudah banyak tersedia, hal ini akan mengurangi kegiatan plagiarism dan meningkatkan daya kreatifitas dalam berfikir.

Fasilitas yang ada di sekolah-sekolah juga menjadi hal penting. Ketika sumber daya manusia nya sudah siap untuk melangkah maju di dunia pendidikan. Perlu didukung dengan adanya fasilitas yang menunjang. Menurut data kemendiknas 2010, 13,19% bangunan sekolah dalam keadaan butuh diperbaiki. Bangunan sekolah di pedalaman Indonesia sangat memprihatinkan, tidak ada bangku dan meja sekolah, mereka hanya duduk dengan alas dan meja seadanya atapnya pun seringkali bocor ketika hujan datang. Keadaan ini berbanding terbali dengan gedung sekolah diperkotaan. Bagunannya menjulang tinggi, terdapat pendingin ruangan di setiap kelasnya. Penggunaan projector dalam penyampaian materi dan adanya perpustakaan digital, labotarium dengan peralatan yang lengkap dan teknologi yang canggih. Tentunya untuk mendapatkan fasilitas yang begitu hebatnya membutuhkan biaya pendidikan yang tidak murah. Pemerataan fasilitas untuk seluruh sekolah yang ada di Indonesia, baik yang di kota maupun yang di desa harus mendapatkan perhatian yang lebih oleh pemerintah. Agar para siswa-siswi bisa nyaman dalam kegiatan belajar mengajar dan bisa meraih prestasi yang luar biasa.

Pendidikan di Indonesia ataupun di negara lain perlu diperhatikan lebih serius. Untuk menjalankan sebuah negara tidak hanya diperlukan wilayah yang luas dengan sumber daya alam yang melimpah ruah, dan pemerintahan yang berdaulat tetapi juga harus didukung dengan adanya sumber daya manusia yang memiliki kecerdasan dalam mengelola sebuah negara agar tidak terjadi penjajahan bangsa oleh negara lain. Pendidikan menjadi jembatan untuk menyalurnya bakat dan kecerdasan yang dimiliki oleh anak seluruh bangsa.

No comments:

Post a Comment