Saturday, October 17, 2015

BAHASA YANG BAIK DAN BENAR DAN PERANAN DALAM DUNIA PENDIDIKAN

Contoh Penggunaan Bahasa Indonesia yang 

Baik dan Benar 


Pengertian bahasa yang baik dan benar:


 - Bahasa Yang Baik

 Penggunaan bahasa yang baik (sesuai aspek komunikatif) adalah sesuai dengan sasaran kepada siapa bahasa tersebut di sampaikan. Hal ini harus disesuaikan dengan unsur umur, agama, status sosial, lingkungan sosial, dan sudut pandang khalayak sasaran kita. Dengan kata lain, penggunaan bahasa yang baik disesuaikan dengan lawan bicara, sehingga tidak menimbulkan kesalah pahaman ketika berkomunikasi. 

- Bahasa yang Benar 
Bahasa yang benar berkaitan dengan aspek kaidah, yaitu peraturan bahasa (tata bahasa, pilihan kata, tanda baca, dan ejaan). Bahasa yang benar mengacu pada kaidah penulisan dan pengucapan Bahasa Indonesia seperti yang tertera dalam kamus besar Bahasa Indonesia, dan terdapat pula di EYD (Ejaan Yang Disempurnakan).


Contoh penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar


Dalam kehidupan sehari-hari, penggunaan bahasa indonesia yang baik dan benar dapat diartikan bahasa yang diserasikan dengan sasaran dan mengikuti kaidah aturan yang ditetapkan. Penggunaan bahasa yang baik dan benar memiliki konsekuensi apabila diterapkan pada situasi dan kondisi tertentu. Bahasa yang baik dan benar lebih diprioritaskan untuk digunakan pada situasi yang formal, karena bahasa yang baik dan benar bersifat baku dan sesuai dengan EYD sehingga, apabila digunakan di situasi dan kondisi yang kurang tepat akan menimbulkan keganjilan serta tidak efektif.

Contoh penggunaan bahasa yang baik dan benar:
Apa yang kamu lakukan tadi pagi?
Dimana Rio berada?

Contoh pemakaian bahasa baku pada dialog antara Budi dan Dida:
Budi  : Apa yang sedang kamu lakukan Dida?
Dida : Saya sedang membaca komik One Piece.
Budi : Apa tema cerita dari komik tersebut?
Dida: Komik ini menceritakan tentang kisah bajak laut.

Contoh lain pemakaian bahasa baku namun kurang efektif dikarenakan situasi:
1.Apakah bapak tukang ojek bersedia mengantar saya ke Radio Dalam dan berapa ongkosnya?
2.Berapakah harga wortel yang bapak jual?

Kesimpulan: bahasa yang baik dan benar adalah bahasa yang mudah dimengerti dan dipahami oleh lawan bicara, penggunaan bahasa yang baik dan benar tidak harus selalu dalam bentuk kalimat baku namun lebih didasarkan oleh situasi dan kondisi agar penyampaian informasi dan komunikasi lebih efektif dan efisien.


Penggunaan bahasa sebagai alat komunikasi

Bahasa adalah pikiran, perasaan, yang diwujudkan dalam bentuk ucapan melalui alat ucap manusia. Sebagai makhluk sosial manusia membutuhkan bahasa sebagai alat untuk berkomunikasi antar sesama. Komunikasi di maksudkan untuk menyampaikan pesan, pengetahuan, perasaan, dan pengalaman kepada komunikan(penerima) dari komunikator(sumber) melalui saluran-saluran tertentu baik secara langsung/tidak langsung, dan komunikasi dapat dikatakan efektif bila ada kesamaan makna dan bahasa yang dipakai oleh komunikator kepada komunikan sehingga apa yang di inginkan oleh komunikator dapat di mengerti oleh komunikan, serta memberikan dampak/effect kepada komunikan sesuai dengan yang diingikan komunikator.

Fungsi bahasa sebagai alat komunikasi di dunia pendidikan

Dunia pendidikan sangat erat bergantung terhadap bahasa sebagai media penyampainnya dan penyaluran ilmu. Bahasa Indonesia merupakan bahasa pengantar dalam dunia pendidikan di Indonesia. Dunia pendidikan di sebuah Negara memerlukan sebuah bahasa yang seragam sehingga kelangsungan pendidikan tidak terganggu. Pemakaian lebih dari satu bahasa dalam dunia pendidikan mengganggu keefektifan pendidikan. Keuntungannya adalah lebih hemat biaya pendidikan. Selain itu juga, peserta didik dari tempat yang berbeda  dapat saling berhubungan.

  1. Peranan Bahasa Dalam Pendidikan

Bahasa Indonesia adalah bahasa yang kita gunakan sehari-hari termasuk dalam dunia pendidikan. Di dalam dunia pendidikan, para pendidik di wajibkan menguasai ilmu pendidikan tentang bahasa. Karena ketika seorang pendidik memberikan pengajaran kepada anak-anak didiknya, ia harus bisa menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Apabila seorang pendidik menggunakan bahasa yang kurang baik, maka akan dicontoh anak-anak didiknya.

  1. Pemakaian Bahasa Dalam Pendidikan

Fungsi bahasa dapat diartikan  sebagai fungsi untuk menjelaskan suatu informasi atau materi pelajaran yang terkait secara kontekstual. Dan bahasa Indonesia merupakan satu-satunya bahasa yang dapat memenuhi kebutuhan  akan bahasa yang seragam dalam pendidikan di Indonesia. Adapun itu, bahasa Indonesia dalam pemakaiannya telah berkembang pesat dan sudah tersebar luas. Sehingga  pemakaian bahasa Indonesia dalam dunia pendidikan bukan hanya terbatas pada bahasa pengantar, akan tetapi bahan-bahan ajar juga memakai bahasa Indonesia. Dalam konteks ini bahasa Indonesia adalah bahasa yang membuka jalan bagi kita menjadi anggota yang seutuhnya dari bangsa Indonesia.



Kondisi Pendidikan di Indonesia


Unsur terbentuknya suatu negara terdiri dari dua bagian, yaitu unsur pokok (konstitutif) dan unsur deklaratif. Unsur pokok adalah unsur yang paling penting, karena merupakan syarat wajib yang harus dimiliki oleh calon negara. Unsur mutlak terdiri dari rakyat, wilayah dan pemerintah yang berdaulat. Sedangkan unsur deklaratif adalah unsur tambahan dalam berdirinya sebuah negara, seperti pengakuan tentang keberadaan sebuah negara oleh negara lain agar bisa terjalin kerja sama diplomatis dari kedua negara tersebut. Unsur-unsur konstitutif ataupun deklaratif harus mampu bersinergi dalam mewujudkan visi dan misi dari sebuah negara. 

Salah satu unsur yang penting dalam berdirinya negara adalah rakyat. Rakyat yang ada harus memiliki kecerdasan serta karakter bangsa yang beradab. Dalam mewujudkan hal itu diperlukan pendidikan yang layak untuk rakyatnya, terutama di Indonesia.  Sesuai dengan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang menyatakan bahwa pembentukan pemerintahan negara Indonesia adalah dalam rangka “... melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa ...” oleh karena itu, pendidikan menjadi hal yang penting dan merupakan salah satu tolak ukur keberhasilan negara dalam menjalani pemerintahannya. 

Keadaan pendidikan di Indonesia untuk saat ini sangat memprihatinkan. Berdasarkan laporan tahunan UNESCO Education For All Global Monitoring Report 2012 kualitas pendidikan Indonesia berada di peringkat ke-64 dari 120 negara di seluruh dunia. Sedangkan berdasarkan Indeks Perkembangan Pendidikan (Education Development Index, EDI), Indonesia berada pada peringkat ke-69 dari 127 negara pada 2011. Fakta-fakta lainnya adalah laporan Departeman Pendidikan & Kebudayaan, setiap menitnya ada empat anak yang putus sekolah. Hal ini dikarenakan biaya pendidikan di Indonesia yang sangat tinggi. Mulai dari biaya uang masuk sekolah, biaya bulanan, pembelian buku paket, alat tulis, tas, sepatu serta kebutuhan-kebutuhan lainnya dalam pendidikan. Untuk rakyat yang memiliki tingkat perekonomian yang rendah akan merasa terbebani dengan biaya pendidikan. 

Menurut data Kemendiknas 2010, 54% guru memiliki standar kualifikasi yang masih kurang dan perlu untuk di tingkatkan. Guru menjadi faktor yang berpengaruh dalam dunia pendidikan dan memiliki fungsi sebagai pengajar, mediator, motivator, akselerator, dan fasilitator. Banyak cara yang dapat digunakan oleh seorang guru ketika sedang menjalankan aktivitas belajar mengajar. Misalnya dalam menerangkan pelajaran tidak hanya menjelaskan panjang lebar, tetapi memancing para siswa untuk bertanya jika ada yang tidak dimengerti. Sesi tanya jawab menjadi cara pembejaran yang efektif karena siswa tidak hanya diam mendengarkan tetapi juga berperan aktif dalam kegiatan belajar. Selain itu guru bisa menggunakan metode pertanyaan terbuka, yaitu merupakan metode ujian dengan memberikan soal, tetapi mahasiswa boleh menjawab soal tersebut dengan membaca buku, sehingga tidak dituntut dalam menghafal isi buku untuk menjawab pertanyaan atau soal-soal yang diberikan. Metode ini sudah diterapkan oleh negara Finlandia dan merupakan salah satu ciri dari negara tersebut. Hasilnya Finlandia merupakan negara yang paling tinggi kualitas pendidikannya. Seorang guru juga perlu tegas dalam memberantas kegiatan contek-menyontek atau copy-paste dalam mengerjakan tugas. Bisa memberikan sanksi-sanksi tegas jika ada siswa yang melakukan contek-menyontek misalnya dikurangi nilainya atau di keluarkan dari sekolah, hal ini akan memberikan motivasi untuk siswa mengerjakan soal dengan mandiri dan tetap percaya pada hasil jawabannya sendiri. Untuk mencegah copy-paste bisa menggunakan software plagiarism yang sekarang sudah banyak tersedia, hal ini akan mengurangi kegiatan plagiarism dan meningkatkan daya kreatifitas dalam berfikir.

Fasilitas yang ada di sekolah-sekolah juga menjadi hal penting. Ketika sumber daya manusia nya sudah siap untuk melangkah maju di dunia pendidikan. Perlu didukung dengan adanya fasilitas yang menunjang. Menurut data kemendiknas 2010, 13,19% bangunan sekolah dalam keadaan butuh diperbaiki. Bangunan sekolah di pedalaman Indonesia sangat memprihatinkan, tidak ada bangku dan meja sekolah, mereka hanya duduk dengan alas dan meja seadanya atapnya pun seringkali bocor ketika hujan datang. Keadaan ini berbanding terbali dengan gedung sekolah diperkotaan. Bagunannya menjulang tinggi, terdapat pendingin ruangan di setiap kelasnya. Penggunaan projector dalam penyampaian materi dan adanya perpustakaan digital, labotarium dengan peralatan yang lengkap dan teknologi yang canggih. Tentunya untuk mendapatkan fasilitas yang begitu hebatnya membutuhkan biaya pendidikan yang tidak murah. Pemerataan fasilitas untuk seluruh sekolah yang ada di Indonesia, baik yang di kota maupun yang di desa harus mendapatkan perhatian yang lebih oleh pemerintah. Agar para siswa-siswi bisa nyaman dalam kegiatan belajar mengajar dan bisa meraih prestasi yang luar biasa. 

Pendidikan di Indonesia ataupun di negara lain perlu diperhatikan lebih serius. Untuk menjalankan sebuah negara tidak hanya diperlukan wilayah yang luas dengan sumber daya alam yang melimpah ruah, dan pemerintahan yang berdaulat tetapi juga harus didukung dengan adanya sumber daya manusia yang memiliki kecerdasan dalam mengelola sebuah negara agar tidak terjadi penjajahan bangsa oleh negara lain. Pendidikan menjadi jembatan untuk menyalurnya bakat dan kecerdasan yang dimiliki oleh anak seluruh bangsa. 



No comments:

Post a Comment