Sunday, May 10, 2015

PENGERTIAN PASAR DAN PENDAPATAN NASIONAL


PENGERTIAN ,CIRI-CIRI DAN MACAM-MACAM PASAR


PENGERTIAN PASAR DAN STRUKTUR PASAR

Pengertian pasar adalah suatu tempat atau proses interaksi antara permintaan (pembeli) dan penawaran (penjual) dari suatu barang/jasa tertentu, sehingga akhirnya dapat menetapkan harga keseimbangan (harga pasar) dan jumlah yang diperdagangkan. Jadi setiap proses yang mempertemukan antara pembeli dan penjual, maka akan membentuk harga yang disepakati antara pembeli dan penjual.
Pengertian struktur pasar adalah karakteristik organisasi pasar yang mempengaruhi sifat kompetisi dan harga di dalam pasar.

BENTUK-BENTUK STRUKTUR PASAR


1.      PASAR PERSAINGAN SEMPURNA

Pengertian pasar persaingan sempurna adalah suatu bentuk interaksi antara permintaan dengan penawaran di mana jumlah pembeli dan penjual sedemikian rupa banyaknya/ tidak terbatas ,ada pun pasar persaingan sempurna memiliki cirri-ciri
Cirri-ciri pasar sempurna:
ü  Jumlah penjual dan pembeli yang banyak
ü  Produk yang di perdagangkan sama atau bisa di bilang homogen.
ü  Pemerintah tidak ikut campur tangan dalam proses pembentukan harga.
Jenis-jenis pasar sempurna:
ü  Jumlah penjual dan pembeli banyak
ü  Barang yang di jual sama/homogen
ü  Harga di tentukan mekanisme pasar permintaan dan penawaran
ü  Posisi tawar konsumen kuat
ü  Sensitif pada perubahan harga
ü  Sulit mendapatkan keuntungan lebih / diatas rata-rata.

2.      PASAR PERSAINGAN TIDAK SEMPURNA


Pasar persaingan tidak sempurna adalah pasar yang tidak terorganisasi secara sempurna, atau bentuk pasar di mana salah satu ciri dari pasar persaingan sempurna tidak terpenuhi. Pasar persaingan tidak sempurna terdiri atas pasar monopoli, oligopoli, dan pasar persaingan monopolistik.

a.       PASAR MONOPOLI

Pasar monopoli adalah suatu bentuk interaksi antara permintaan dan penawaran di mana hanya ada satu penjual/produsen yang berhadapan dengan banyak pembeli atau konsumen.

Pasar monopoli memiliki ciri-ciri:
ü  hanya ada satu produsen yang menguasai penawaran
ü  tidak ada barang substitusi/pengganti yang mirip
ü  produsen memiliki kekuatan menentukan harga
ü   tidak ada pengusaha lain yang bisa memasuki pasar tersebut karena ada hambatan berupa keunggulan perusahaan

Sebab-sebab terjadi nya pasar monopoli:
ü  penguasaan bahan mentah,
ü  penguasaan teknik produksi tertentu,
ü  pemberian hak istimewa dari pemerintah (misalnya hak paten),
ü  adanya lisensi (pemberian izin kepada perusahaan tertentu yang ditunjuk),
ü  adanya monopoli yang diperoleh secara alamiah,
ü  memiliki modal yang besar (karena penggabungan perusahaan),
ü  memiliki prestasi dan keahlian yang tidak dimiliki orang lain,

Kebaikan pasar monopoli:

ü  Industri-industri yang berkembang banyak yang bersifat monopoli.
ü  Mendorong untuk adanya inovasi baru agar tetap terjaga monopolinya.
ü  Tidak akan mungkin timbul perusahaan-perusahaan yang kecil sehingga perusahaan monopoli akan semakin besar.

Kelemahan pasar monopoli:

ü  Tidak efisiensinya biaya produksi, karena perusahaan monopoli tidak memanfaatkan secara penuh penghematan ongkos produksi atau sering disebut timbulnya pemborosan.
ü  Konsumen merasa berat karena harus membeli barang dengan harga sangat tinggi oleh perusahaan monopoli.
ü  Timbul ketidakadilan karena keuntungan banyak dinikmati oleh produsen.
Untuk mencegah timbulnya dampak negatif adanya monopoli, maka pemerintah harus ikut campur tangan, misalnya dalam hal penetapan harga maksimum dan penetapan Undang- Undang Antimonopoli atau UU yang mengatur ekspor impor.


b.      PASAR OLIGOPOLI

Pasar oligopoli adalah suatu bentuk interaksi permintaan dan penawaran, di mana terdapat beberapa penjual/produsen yang menguasai seluruh permintaan pasar
Oligopoli memiliki cirri-ciri:
ü  Terdapat beberapa penjual/produsen yang menguasai pasar.
ü  Barang yang diperjual-belikan dapat homogen dan dapat pula berbeda corak
ü  Terdapat hambatan masuk yang cukup kuat bagi perusahaan di luar pasar untuk
masuk ke dalam pasar

Kebaikan pasar oligopoli antara lain sebagai berikut.

ü  Industri-industri oligopoly bisa mengadakan inovasi dan penerapan teknologi baru yang paling pesat,
ü  Terdorong untuk berlomba penemuan proses produksi baru dan penurunan ongkos produksi,
ü  Lebih mampu menyediakan dana untuk pengembangan dan penelitian.
Kelemahannya antara lain sebagai berikut.
ü  Kemungkinan adanya keuntungan yang terlalu besar (excess profit) yang dinikmati produsen.
ü  Tidak efisiensi produksi karena setiap produsen tidak beroperasi pada biaya rata-rata yang minimum.
ü  Kemungkinan adanya eksploitasi konsumen maupun buruh.
ü  Terdapat kenaikan harga (inflasi) yang merugikan masyarakat secara makro.

c.       PASAR MONOPOLISTIK

Pasar monopolistik adalah suatu bentuk interaksi antara permintaan dengan penawaran di mana terdapat sejumlah besar penjual yang menawarkan barang yang sama. Pasar monopolistik merupakan pasar yang memiliki sifat monopoli pada spesifikasi barangnya. Sedangkan unsur persaingan pada banyak penjual yang menjual produk yang sejenis.

                       Cirri –ciri dari pasar monopolistik:
ü  Terdapat banyak penjual/produsen yang berkecimpung di pasar.
ü   Barang yang diperjual-belikan merupakan differentiated product.
ü   Para penjual memiliki kekuatan monopoli atas barang produknya sendiri.
ü  Untuk memenangkan persaingan setiap penjual aktif melakukan promosi/iklan.
ü  Keluar masuk pasar barang/produk relatif lebih mudah.

Kebaikan pasar monopolistik antara lain sebagai berikut.

ü  Konsumen memiliki banyak pilihan barang.
ü  Produsen dapat menentukan harga sendiri-sendiri dalam satu pasar karena tidak ada persaingan.
ü  Masing-masing monopolistik mempunyai keuntungan sendiri-sendiri karena memiliki pasar (konsumen) sendirisendiri.

Sementara itu, kelemahannya antara lain sebagai berikut.

ü  Tidak efisiennya produksi karena produsen tidak berproduksi dengan biaya rata-rata (AC) yang minimum.
ü  Terlalu banyak perusahaan kecil.
ü  Konsumen masih harus membayar harga produk yang lebih tinggi dari biaya produksi untuk menghasilkan produk tersebut

KONSEP PENDAPATAN NASIONAL 

1. PDB/GDP (Produk Domestik Bruto/Gross Domestik Product) 


Produk Domestik Bruto adalah jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu Negara selama satu tahun. Dalam perhitungannya, termasuk juga hasil produksi dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi diwilayah yang bersangkutan .

2. PNB/GNP (Produk Nasional Bruto/Gross Nasional Product) 

PNB adalah seluruh nilai produk barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat suatu Negara dalam periode tertentu, biasanya satu tahun, termasuk didalamnya barang dan jasa yang dihasilkan oleh masyarakat Negara tersebut yang berada di luar negeri. 
Rumus 
GNP = GDP – Produk netto terhadap luar negeri 



3. NNP (Net National Product)


NNP adalah jumlah barang dan jasa yang dihasilkan oleh masyarakat dalam periode tertentu, setelah dikurangi penyusutan (depresiasi) dan barang pengganti modal. 
Rumus : 
NNP = GNP – Penyusutan 

4. NNI (Net National Income) 

NNI adalah jumlah seluruh penerimaan yang diterima oleh masyarakat setelah dikurangi pajak tidak langsung (indirect tax) 
Rumus : 
NNI = NNP – Pajak tidak langsung 

5. PI (Personal Income) 

PI adalah jumlah seluruh penerimaan yang diterima masyarakat yang benar-benar sampai ke tangan masyarakat setelah dikurangi oleh laba ditahan, iuran asuransi, iuran jaminan social, pajak perseorangan dan ditambah dengan transfer payment. 
Rumus : 
PI = (NNI + transfer payment) – (Laba ditahan + Iuran asuransi + Iuran jaminan social + Pajak perseorangan ) 

6. DI (Disposible Income) 


DI adalah pendapatan yang diterima masyarakat yang sudah siap dibelanjakan oleh penerimanya. 
Rumus : 
DI = PI – Pajak langsung



Metode penghitungan Pendapatan Nasional

1. Tujuan dan manfaat perhitungan pendapatan nasional 
Tujuan mempelajari pendapatan nasional : 

a. Untuk mengetahui tingkat kemakmuran suatu Negara 
b. Untuk memperoleh taksiran yang akurat nilai barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat dalam satu tahun 
c. Untuk membantu membuat rencana pelaksanaan program pembangunan yang berjangka.

2. Manfaat mempelajari pendapatan nasional 

a. Mengetahui tentang struktur perekonomian suatu Negara 
b. Dapat membandingkan keadaan perekonomian dari waktu ke waktu antar daerah atau antar propinsi 
c. Dapat membandingkan keadaan perekonomian antar Negara 
d. Dapat membantu merumuskan kebijakan pemerintah.

3. Perhitungan Pendapatan Nasional 

a. Metode Produksi 
Pendapatan nasional merupakan penjumlahan dari seluruh nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh seluruh sector ekonomi 
masyarakat dalam periode tertentu 
Y = [(Q1 X P1) + (Q2 X P2) + (Qn X Pn) ……] 

b. Metode Pendapatan 
Pendapatan nasional merupakan hasil penjumlahan dari seluruh penerimaan (rent, wage, interest, profit) yang diterima oleh 
pemilik factor produksi adalam suatu negara selama satu periode. 
Y = r + w + i + p 

c. Metode Pengeluaran 
Pendapatan nasional merupakan penjumlahan dari seluruh pengeluaran yang dilakukan oleh seluruh rumah tangga ekonomi 
(RTK,RTP,RTG,RT Luar Negeri) dalam suatu Negara selama satu tahun. 
Y = C + I + G + (X – M)

Masalah dan keterbatasan perhitungan PDB

Semua negara di dunia menghitung PDB untuk kinerja perekonomiannya. Walaupun begitu , data PDB perlu dilihat secara hati-hati karena ada beberapa hal yang tidak dapat diakomodasikan sehingga tidak dapat menjadi satu-satunya indikator dalam menentukan tingkat kesejahteraan suatu negara .